Rabu, 27 Agustus 2014

surat terakhir



“TENTANG KITA”

Dulu Kita seperti pasangan yang sempurna bagaikan lilin dan api yang akan selalu rela terbakar demi menerangi ruangan.  Dan  tidak berfungsi bila salah satunya tidak ada, dulu kita begitu dekat, bagaikan jari-jari tangan yang akan merasa sakit bila salah satunya terluka dan akan merasa kuat bila saling menggengam. Dengan berjalannya waktu tahun demi tahun hari demi hari, ada begitu banyak masalah bermunculan, dari lingkungan, dari keluarga, dari diri kita masing-masing bahkan dari orang lain yang berusaha melepaskan genggaman kita.  J :D

Tapi kita dapat kembali bersatu karena kita masih saling menccintai, tapi di sini kita takseperti dulu lagi kita bagaikan sepasang sepatu yang selalu ingin bersama tapi tak bisa bersatu. Karena begitu banyak factor yang menghalangi. 

Terlau banyak cerita dan kisah tentang kita, mulai dari panggilan sayang(bebsi), kewajiban saat telfonan(wahhh panjang banget), tempat2 favorit (yang tidak ramai), makanan kesukaan(yang penting pedis), warna kesukaan (merah), dan masih banyak lagi kenangan yang masih tersimpan. Yang tak aka nada habisnya untuk di ceritakan dari selama 6 tahun kita saling kenal.
“apakah saya akan melupakannya.??”

Sepertinya tidak pernah, tidak bisa dan tidak mungkin.
Tapi jujur yang sejujurnya saya ingin selalu bersama sari ingin selalu di sampingnya sari, rindu kalau jauh dari sari. rindu klo sari pigi. Sakit klo sari sakit. Saya senang kalau selalu di sampingnya sari….

Sari minta maaf, klo saya ini bilang2 kw “omdo” bilang2 kau tidak jelas, bukan karena saya tidak suka kau bukan kerena saya tidak sayang sama kau bukan karena saya tidak mau sama kau, bukan saya suruh sari untuk pergi dari saya. Asal  sari tau , Saya masih  sayang dan saya masih mau sama kau. Saya bilang sari begitu bukan sy suruh sari pigi dengan orang lain kayak begini. Saya begitu karna saya tidak mau nanti kita sakit, nanti kw sakit. Di kalau salah 1 dari kita pergi tiba ke orang lain. Tapi ini sudah terjadi, dan saya tidak menyalahkan siapa2 di sini. Saya hargai semua keputusannya sari saya sadar saya banyak salah juga sama sari. Saya minta maaf sekali sari’e….

Tapi sekarang sari sudah menentukan pilihannya sari, saya hargai semua keputusanmu sekarang, saya hargai pilihan yang kau pilih. Sekarang saya hanya berusaha ikhlas dan medoakan sari mudah-mudahan akan selau bahagia. Bisa selalu tesrenyum dan tidak sedih-sedih lagi. Amin……

Terima kasih sari, sudah mau mengahbiskan waktu bersama saya, sudah mau berbagi canda, tawa, bahagai dan air mata bersama saya. Saya senang bisa menghabiskan waktu sama sari. Maaf kalau selama dengan saya sari tidak bahagia. Maksih sari sudah mau sama2 menulis crita cinta yang tidak sempurna ini bersama saya. Saya akan mengenang semua crita tentang kita. Walaupun hanya kenangan. Saya akan menyimpan semua kenangan kita di tempat terbaik yang saya punya agar tidak ada yang dapat menghapusnya.

Sekarang saya hanya berpegang sama kata2nya sari, “kalau kita jodoh toh tidak kemana juga”. Kalau untuk saya, berharap kalau sari tulang rusukku yang hilang. Jadi saya minta maaf sekali sama sari, kalau selama ini tidak bahagia sama saya, maaf kalau  saya sudah egois, maaf  kalau sudah cuek, maaf sudah kasar, maaf kalau kalau Cuma buat sari sedih terus maaf sari’e maaffffffff sekali kalaui saya Cuma bikin susah kau.

“Sekarang  sari jaga diri baik-baik’e, kuliah baik2, jangan makan pedis2, makan yang teratur nanti kambuh lagi maghmu, jagan juga bagadang2, kalau di jalan hati2. Yang penting jaga juga kesehatanmu sari’e…..”

Apa saya menyusahkanmu?
Apa saya tidak bisa bahagiakanmu?
Apa sari tidak cinta lagi dengan saya?
Apa orang tuamu tidak suka dengan saya?
Apa saya tidak pantas buat sari?
Apa mungkin kita memang bukan jodoh?
Apapun itu bukan alasanku untuk berhenti merindukan mencintaimu. Karena crita kita tidak ada yang bisa gantinkan. Dan rasa rindu  cintaku sama sari tidak akan pernah hilang. Mungkin tuhan punya rencana baik dengan apa yang terjadi sekarang dengan kita. Buat kita jadikan pelajaran, dan mengambil hikmahnya, dan alasan besarku yang harus merelakanmu. Saya merasa sari tidak bahagia dengan saya. Dan merelakanmu pergi adalah pelajaran terbsarku dalam mengikhlaskan sesuatu, dan semoga tuhan selalu melindungi sari.

“Apa mungkin ini tulisan trakhirku menulis cerita kita.????”
Sari, di setiap doaku pasti selalu terselip namamu di dalamnya. Saya berharap kita masih dapat menulis lagi cerita kita, dan kalau memang ini akhir dari tulisanku untuk menuliskan cerita kita. Saya akan berusaha ikhlas menghadapi semua ini. Apa Mungkin tuhan mentakdirkan saya untuk dengan nilam2 yang lain, bukan dengan nilam sari lahinta yang saya sayangi sekarang. Semua saya serahkan pada tuhan saja. Tapi Buatku melupakanmu adalah suatu yang mustahil. Rasa cinta dan rinduku padamu tidak akan pernah hilang.
“sari jangan lupa saya’e”
                                                I will always remember you 4ever
                                                And I never forgeted you
By: ancha“masa lalumu”