“TENTANG
KITA”
Dulu Kita seperti pasangan
yang sempurna bagaikan lilin dan api yang akan selalu rela terbakar demi
menerangi ruangan. Dan tidak berfungsi bila salah satunya tidak ada,
dulu kita begitu dekat, bagaikan jari-jari tangan yang akan merasa sakit bila
salah satunya terluka dan akan merasa kuat bila saling menggengam. Dengan berjalannya
waktu tahun demi tahun hari demi hari, ada begitu banyak masalah bermunculan,
dari lingkungan, dari keluarga, dari diri kita masing-masing bahkan dari orang
lain yang berusaha melepaskan genggaman kita.
J :D
Tapi kita dapat kembali
bersatu karena kita masih saling menccintai, tapi di sini kita takseperti dulu
lagi kita bagaikan sepasang sepatu yang selalu ingin bersama tapi tak bisa
bersatu. Karena begitu banyak factor yang menghalangi.
Terlau
banyak cerita dan kisah tentang kita, mulai dari panggilan sayang(bebsi),
kewajiban saat telfonan(wahhh panjang banget), tempat2 favorit (yang tidak
ramai), makanan kesukaan(yang penting pedis), warna kesukaan (merah), dan masih
banyak lagi kenangan yang masih tersimpan. Yang tak aka nada habisnya untuk di
ceritakan dari selama 6 tahun kita saling kenal.
“apakah
saya akan melupakannya.??”
Sepertinya tidak pernah,
tidak bisa dan tidak mungkin.
Tapi jujur yang sejujurnya saya
ingin selalu bersama sari ingin selalu di sampingnya sari, rindu kalau jauh
dari sari. rindu klo sari pigi. Sakit klo sari sakit. Saya senang kalau selalu
di sampingnya sari….
Sari minta maaf, klo saya
ini bilang2 kw “omdo” bilang2 kau tidak jelas, bukan karena saya tidak suka kau
bukan kerena saya tidak sayang sama kau bukan karena saya tidak mau sama kau,
bukan saya suruh sari untuk pergi dari saya. Asal sari tau , Saya masih sayang dan saya masih mau sama kau. Saya bilang
sari begitu bukan sy suruh sari pigi dengan orang lain kayak begini. Saya
begitu karna saya tidak mau nanti kita sakit, nanti kw sakit. Di kalau salah 1
dari kita pergi tiba ke orang lain. Tapi ini sudah terjadi, dan saya tidak
menyalahkan siapa2 di sini. Saya hargai semua keputusannya sari saya sadar saya
banyak salah juga sama sari. Saya minta maaf sekali sari’e….
Tapi sekarang sari sudah
menentukan pilihannya sari, saya hargai semua keputusanmu sekarang, saya hargai
pilihan yang kau pilih. Sekarang saya hanya berusaha ikhlas dan medoakan sari
mudah-mudahan akan selau bahagia. Bisa selalu tesrenyum dan tidak sedih-sedih
lagi. Amin……
Terima kasih sari, sudah mau
mengahbiskan waktu bersama saya, sudah mau berbagi canda, tawa, bahagai dan air
mata bersama saya. Saya senang bisa menghabiskan waktu sama sari. Maaf kalau
selama dengan saya sari tidak bahagia. Maksih sari sudah mau sama2 menulis
crita cinta yang tidak sempurna ini bersama saya. Saya akan mengenang semua
crita tentang kita. Walaupun hanya kenangan. Saya akan menyimpan semua kenangan
kita di tempat terbaik yang saya punya agar tidak ada yang dapat menghapusnya.
Sekarang saya hanya berpegang
sama kata2nya sari, “kalau kita jodoh toh tidak kemana juga”. Kalau untuk saya,
berharap kalau sari tulang rusukku yang hilang. Jadi saya minta maaf sekali
sama sari, kalau selama ini tidak bahagia sama saya, maaf kalau saya sudah egois, maaf kalau sudah cuek, maaf sudah kasar, maaf
kalau kalau Cuma buat sari sedih terus maaf sari’e maaffffffff sekali kalaui
saya Cuma bikin susah kau.
“Sekarang sari jaga diri baik-baik’e, kuliah baik2, jangan
makan pedis2, makan yang teratur nanti kambuh lagi maghmu, jagan juga bagadang2,
kalau di jalan hati2. Yang penting jaga juga kesehatanmu sari’e…..”
Apa
saya menyusahkanmu?
Apa
saya tidak bisa bahagiakanmu?
Apa
sari tidak cinta lagi dengan saya?
Apa
orang tuamu tidak suka dengan saya?
Apa
saya tidak pantas buat sari?
Apa mungkin kita memang
bukan jodoh?
Apapun itu bukan alasanku
untuk berhenti merindukan mencintaimu. Karena crita kita tidak ada yang bisa
gantinkan. Dan rasa rindu cintaku sama
sari tidak akan pernah hilang. Mungkin tuhan punya rencana baik dengan apa yang
terjadi sekarang dengan kita. Buat kita jadikan pelajaran, dan mengambil
hikmahnya, dan alasan besarku yang harus merelakanmu. Saya merasa sari tidak
bahagia dengan saya. Dan merelakanmu pergi adalah pelajaran terbsarku dalam
mengikhlaskan sesuatu, dan semoga tuhan selalu melindungi sari.
“Apa
mungkin ini tulisan trakhirku menulis cerita kita.????”
Sari,
di setiap doaku pasti selalu terselip namamu di dalamnya. Saya berharap kita
masih dapat menulis lagi cerita kita, dan kalau memang ini akhir dari tulisanku
untuk menuliskan cerita kita. Saya akan berusaha ikhlas menghadapi semua ini.
Apa Mungkin tuhan mentakdirkan saya untuk dengan nilam2 yang lain, bukan dengan
nilam sari lahinta yang saya sayangi sekarang. Semua saya serahkan pada tuhan
saja. Tapi Buatku melupakanmu adalah suatu yang mustahil. Rasa cinta dan
rinduku padamu tidak akan pernah hilang.
“sari
jangan lupa saya’e”
I
will always remember you 4ever
And
I never forgeted you
By:
ancha“masa lalumu”

